, Blangpidie — Praktik pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) membawa sepeda motor ke sekolah di Aceh Barat Daya (Abdya) masih marak terjadi. Kepolisian menilai fenomena ini bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan anak.
Kapolres Abdya, Agus Sulistianto, menegaskan bahwa siswa SMP secara hukum belum layak mengendarai kendaraan bermotor. Selain belum cukup umur, mereka juga belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Pantauan di sejumlah sekolah memperlihatkan sepeda motor milik pelajar masih memadati halaman hingga bahu jalan setiap pagi. Kondisi ini bahkan mulai dianggap sebagai hal biasa, meski berisiko tinggi.
“Kita tidak hanya bicara soal aturan, tapi soal keselamatan. Anak-anak ini belum memiliki kontrol emosi dan keterampilan berkendara yang memadai di tengah lalu lintas yang padat,” kata Agus, Selasa (7/4/2026).
Menurut Agus, membiarkan pelajar di bawah umur berkendara membuka potensi bahaya yang tidak bisa dianggap remeh, mulai dari kecelakaan ringan hingga risiko fatal.
Polisi menilai persoalan ini juga tidak lepas dari peran orang tua yang masih memberikan izin kepada anak untuk membawa kendaraan ke sekolah.
“Pilihan paling aman adalah mengantar, menjemput, atau menggunakan transportasi yang layak. Jangan jadikan kepraktisan sebagai alasan mengorbankan keselamatan,” ujarnya.
Selain orang tua, pihak sekolah juga diminta tidak bersikap pasif. Kepolisian mendorong adanya langkah konkret untuk menekan praktik tersebut, mulai dari pemeriksaan kendaraan di pintu masuk sekolah hingga pendataan siswa yang membawa sepeda motor.
Edukasi tertib berlalu lintas juga dinilai perlu diperkuat dalam lingkungan sekolah agar kesadaran siswa terbentuk sejak dini.
Sebagai langkah lanjutan, Polres Abdya akan meningkatkan patroli preventif di kawasan sekolah, terutama pada jam masuk dan pulang. Koordinasi dengan guru dan komite sekolah juga akan diperkuat untuk menekan praktik tersebut.
“Pendekatan kami tetap humanis dan edukatif. Tapi yang utama adalah pencegahan. Jangan tunggu sampai terjadi kecelakaan,” kata Agus.[]