Kasus Penyiraman Aktivis, DPR Nilai Mundurnya Kabais TNI Cerminkan Komitmen Transparansi
- DPR apresiasi mundurnya Kabais TNI sebagai bentuk tanggung jawab.
- TNI disebut telah melakukan penyelidikan secara terbuka.
- DPR dorong evaluasi kelembagaan untuk cegah kasus serupa.
, Jakarta — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI merupakan cerminan kesadaran akan pentingnya transparansi dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Menurut Dave, setiap pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk menjaga integritas serta akuntabilitas. Ia menilai langkah penyerahan jabatan oleh Kabais sebagai bentuk pertanggungjawaban yang patut diapresiasi.
“Kami juga melihat bahwa TNI telah mengambil langkah penyelidikan secara menyeluruh dan terbuka,” kata Dave di Jakarta, Kamis.
Langkah tersebut, lanjutnya, menunjukkan komitmen Tentara Nasional Indonesia dalam menegakkan profesionalisme serta memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Namun demikian, Dave mengingatkan bahwa pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada individu semata. Ia menekankan pentingnya evaluasi kelembagaan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan dan keamanan.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus menjaga stabilitas serta wibawa institusi negara.
Komisi I DPR RI, kata Dave, berkomitmen memastikan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi tetap menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan aparat negara.
Sebelumnya, Markas Besar TNI menyatakan bahwa jabatan Kabais yang dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah resmi diserahkan sebagai bagian dari proses pertanggungjawaban terkait pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia.
Meski demikian, pihak TNI belum merinci secara lengkap kronologi maupun hasil sementara dari proses penyelidikan kasus tersebut.[]
