Ini 10 Poin Iran yang Bikin Trump Luluh dan Tunda Serangan
- Trump menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi damai.
- Iran minta penarikan pasukan AS dan pencabutan sanksi ekonomi.
- AS optimistis kesepakatan penuh bisa tercapai dalam dua pekan.
, Tehran — Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Informasi ini dilaporkan oleh media Iran, Tasnim News Agency, serta dikutip dari BBC, Rabu (8/4/2026).
Melalui pernyataan di media sosial resminya, Trump menilai proposal tersebut memiliki potensi kuat untuk menjadi fondasi kesepakatan damai.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya yakin ini dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi,” ujar Trump.
Proposal yang diajukan Teheran mencakup sejumlah poin strategis, termasuk permintaan agar Amerika Serikat menarik pasukan tempur dari kawasan konflik.
Selain itu, Iran juga mengajukan pencabutan seluruh sanksi ekonomi, baik utama maupun sekunder, serta pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang.
Tak hanya itu, Iran meminta pengakuan atas hak pengayaan uranium serta mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Ini 10 Poin Proposal Iran
Berikut rincian lengkap proposal 10 poin yang diajukan Iran:
- Komitmen AS untuk menjamin non-agresi
- Kontrol Iran atas Selat Hormuz
- Pengakuan hak pengayaan uranium Iran
- Pencabutan semua sanksi utama
- Pencabutan semua sanksi sekunder
- Pengakhiran resolusi Dewan Keamanan PBB
- Pengakhiran resolusi Dewan Gubernur IAEA
- Pembayaran kompensasi atas kerusakan perang
- Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan
- Penghentian perang di semua front, termasuk di Lebanon
Sebelumnya, Trump telah menangguhkan rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan, dengan syarat pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X Gedung Putih, Trump menyebut langkah tersebut diambil karena Amerika Serikat menilai telah mencapai bahkan melampaui target militernya.
“Alasan melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi,” demikian pernyataan Trump.
Ia juga menyebut sebagian besar perbedaan antara kedua negara telah menemukan titik temu. Bahkan, Trump optimistis kesepakatan penuh dapat tercapai dalam waktu dua minggu.
Penerimaan proposal Iran ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika konflik. Dari eskalasi militer, kedua pihak kini mulai bergeser ke jalur diplomasi.
Meski demikian, sejumlah poin krusial seperti penarikan pasukan dan pencabutan sanksi diprediksi akan menjadi isu utama dalam negosiasi yang akan menentukan arah perdamaian di kawasan Timur Tengah.[]
